Writing Workshop: "The Awesome Journey" Menjelajah Keanekaragaman Hayati di Indonesia #AwesomeJourney
Sabtu (13 Juni 2015) kemarin di CONCLAVE ikutan acara Writing Workshop: "The Awesome Journey" Menjelajah Keanekaragaman Hayati di Indonesia #AwesomeJourney. Diajak temen sih, tepatnya nemenin temen yang emang blogger, hehehe...
Ya lumayan dapet ilmu juga gimana sebaiknya kalo mau berbagi cerita ke orang lain. Lumayan juga dapet snack sehat. Dalam snack box nya ada keterangan kalorinya. Sayang alamatnya belom sempet dicatet, kotaknya udah dibuang sama nyokap (>_<)
Acara ini diselenggarakan oleh nulisbuku.com dan Yayasan KEHATI (Indonesian Biodiversity Conservation Trust Fund).
Dari brosur Yayasan KEHATI, ada sedikit penjelasan. Yayasan KEHATI mengajak generasi muda untuk bergabung dengan Biodiversity Warriors, sebuah gerakan perubahan untuk melestarikan keanekaragaman hayati Indonesia dengan berbagi informasi di dunia maya. Biodiversity memiliki banyak manfaat bagi ekosistem dan juga bagi kehidupan manusia. Pangan, Energi, Kesehatan dan Air (PEKA) adalah 4 dari sekian banyak manfaat keanekaragaman hayati. Jadi, selain membahas tentang ekosistem, spesies dan keunikannya, situs www.biodiversitywarriors.org, juga memuat informasi tentang manfaat PEKA. Ada 4 kegiatan Biodiversity Warriors, yaitu:
1) Biodiversity Warriors Journey: 10 Biodiversity Warriors yang terpilih akan diajak menjelajah ke sebuah daerah di Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayati. Di sana mereka akan mendapatkan pelatihan sebagai seorang citizen scientist dan melakukan pengamatan langsung terhadap keanekaragaman hayati yang ada di lokasi.
2) Berbagi Informasi Secara Interaktif Melalui Website & Social Media: Website biodiversitywarriors.org akan menstimulasi para Biodiversity Warriors yang telah bergabung untuk terlibat secara aktif dengan melakukan beberapa kegiatan pembelajaran secara online seperti seminar online, kuliah singkat tematik, kegiatan forum tanya peneliti, dll. Kami juga mengajak para Biodiversity Warriors untuk saling berbagai melalui journal populer dan katalog popular keanekaragaman hayati serta melalui galeri foto. 10 orang Biodiversity Warriors yang paling aktif akan mendapatkan kesempatan untuk ikut dalam kegiatan Biodiversity Journey.
3) Small Grant Project: Pada tahun ke-2 Biodiversity Warriors berhak mengajukan proposal untuk melakukan projek-projek positif dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati. Proposal terbaik akan mendapatkan pendanaan.
4) Cap(na)ture: Kegiatan cap(na)ture ini merupakan aksi para Biodiversity Warriors untuk mengidentifikasi keanekaragaman hayati di Indonesia. Melalui kegiatan ini para Biodiversity Warriors didorong untuk menjadi citizen scientist, salah satunya dengan melengkapi katalog popular keanekaragaman hayati sehingga dapat berkontribusi untuk masyarakat dan ilmu pengetahuan.
Buat informasi lebih lanjut, bisa cek di www.biodiversitywarriors.org, follow twitternya @BWKEHATI, www.kehati.or.id.
Temen ngajakin coba untuk jadi warriors. Eh, tapi pas liat syarat umurnya, 17 - 30 tahun, udah lewat, hahaha... Ya walaupun banyak yang ngira kita masih 20 something v(^_^)v
Nah, kalo nulisbuku.com, baru tau nih. Kalau ternyata misalnya kita mau bikin buku tapi takut ditolak sama percetakan, coba aja masukin ke nulisbuku.com.
Kemarin sih dikasih tau ada salah 1 buku jadi bestseller. Liat cover dan tulisannya sih gak banget. Mana harganya Rp 145.000,-, gak niat beli juga sih. Pokoknya kalo menurut saya, gak banget deh :p
2 pembicara kemarin mba Anida Dyah (@nidnod) & mba Feby Indirani (@FebyIndirani). 1 hari sebelum hari H, malem-malem baru bela-belain googling pengen tau wajah pembicaranya kayak apa sih. Yang mba Anida sih belum pernah liat. Kalo yang mba Feby, ternyata salah 1 pembaca acara/berita di Kompas TV, yah gak pernah nonton channel itu juga, hahahaha...
Berikut sedikit informasi tentang pembicara yang dikasih tau via e-mail dari nulisbuku.com.
*) Anida Dyah: Lulusan jurusan arsitektur Universitas Parahyangan yang tidak pernah berprofesi sebagai arsitek. Menyukai fotografi dan mendalami bidang environmental graphic design. Pada 2011, ia memutuskan untuk berhenti bekerja untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tertunda. Selama 2 tahun ia menjelajahi 20 negara di 4 benua seorang diri tanpa jadwal pasti. Buku "Under the Southern Stars" merupakan buah pemikiran perjalanan daratnya melintasi benua Australia.
*) Feby Indirani: Jurnalis & penulis buku "I Can (not) Hear" & pemenang Anugerah Pembaca Indonesia Award 2010 dari Goodreads Indonesia di kategori best non - fiction.
Di e-mail dikasih sih run down acaranya. Tapi selesainya melewati waktu, mundur 1 jam. Ini run down acaranya:
09.30 - 10.00 Musik pembuka + networking
10.00 - 10.05 Pembukaan oleh MC
10.05 - 10.20 Pesan selamat datang & pengumuman kompetisi #AwesomeJourney dari perwakilan nulisbuku.com
10.20 - 10.45 Sharing tentang keanekaragaman hayati dari perwakilan KEHATI
10.45 - 11.15 Keynote + Q & A bersama Anida Dyah
11.15 - 11.50 Writing workshop bersama Feby Indirani
11.50 - 12.00 Penutupan & foto bersama
Saat sesi mba Anida Dyah, dia cerita tentang perjalanannya ke beberapa negara, kenalan sama orang asing yang jadi travel bareng via darat barengan, kenapa dia jalan-jalan kok sampe 2 tahun, dan lain-lain. Orang kantoran aja minta cuti 1 hari aja susahnya ajubilemakjan susahnya, ini jalan-jalan sampe 2 tahun, hahaha... Yang ada pikiran saya sih cuman soal baju & uang. Di luar negeri mah, penginapan sederhana aja ada aja yang nyaman, yang penting bisa tidur & mandi.
Kalau menurut mba Anida, dalam berbagi cerita itu bisa berupa tulisan, foto, atau video. Kalau video perlu di edit yang bagus ya, sama kasih lagu yang cocok, biar lebih ngena buat yang nonton. Beberapa pemikiran dari Anida, yaitu setting/background (foto), lakukan interaksi (berbincang dengan warga setempat), hal baru/menarik (seperti menemukan tempat bersejarah yang belum pernah ada di buku), perdalam konflik (seperti menentukan mau makan apa, menginap dimana, biar gak keputusan ada 1 orang saja), & kontemplasi (seperti melihat bintang, bayangan di jalan).
Sesi mba Feby Indirani, semua peserta dikasih catatan berupa fotokopi & kita disuruh coba menggambarkan melalui kalimat tapi jangan sampai memakai kata sifat. Kalau kata mba Feby, seperti menceritakan sesuatu ke orang buta.
Berikut saya ketik ulang catatan yang dari mba Feby, semoga bermanfaat & gak bosen bacanya:
Perjalanan adalah bagian yang penting dari pengalaman manusia, baik itu suatu perjalanan dari kelahiran menuju kematian, kenaifan kepada kearifan, & ketidaktahuan menjadi kebijaksanaan.
Dari suatu titik berangkat mencapai ke titik akhir.
Definisi sederhana dari tulisan perjalanan atau travel writing adalah sebuah tulisan mengenai tempat, orang-orang dan hal-hal lainnya yang ditemui dalam perjalanan - ini bisa termasuk tapi tidak terbatas dan sesungguhnya lebih luas daripada tulisan yang bersifat panduan atau kiat. Suatu tulisan perjalanan hendaknya membawa pembaca untuk belajar, bertualang dalam kegembiaraan dan membuka imajinasi pembaca pada kehidupan yang unik dan berbeda.
Untuk menjadi seorang penulis perjalanan, kita harus SIAP setiap waktu. Jadilah seorang pengamat yang peka. Gunakan seluruh indera yang kita miliki untuk menghayati hal-hal di sekeliling kita. Lebih dari itu, cobalah juga mulai melatih sudut pandang yang berbeda untuk melihat hal-hal yang sudah dianggap biasa/usang.
Ada 2 alat utama yang dibutuhkan seorang penulis perjalanan, yaitu:
1) Observasi : Penulis melihat dengan cermat, dari amat dekat, lalu menanyakan pada diri sendiri sejumlah pertanyaan secara teliti. Pengamatan yang jitu adalah salah 1 keterampilan yang penting dimiliki seorang penulis yang baik.
Ada sejumlah latihan yang dapat dilakukan penulis dalam melakukan observasi yaitu:
*) Mulai dari objek yang kompleks (misalnya buah yang langka/jarang ditemukan, origami, alat musik, sebotol parfum dengan bentuk yang khusus). Letakkan di atas meja.
*) Dengan menggunakan 5 panca indera selidiki objek ini dengan menuliskannya ke dalam kata-kata.
*) Perlahan amati warna-warna yang kami lihat. Jangan cepat-cepat melabeli suatu warna sebelum benar-benar melihat. Kamu akan mulai menemukan bahwa 'coklat' bisa jadi lebih tepat disebut dengan 'keemasan' atau 'mahogani'. Apakah itu merah seperti kulit bawang, atau seperti Ferrari?
*) Lihat dari dekat setiap komponen yang terdapat pada benda tersebut. Ambil & selidiki seperti layaknya seorang ilmuwan. Apakah ada bagian yang besar atau kecil? Bagaimana mereka bisa terhubung 1 dengan lainnya? Bagaimana bentuknya dari atas, dari bawah, dari setiap sisinya? Terbuat dari bahan apakah benda tersebut? Apakah ia mudah pecah atau patah?
*) Rasakan permukaan, raba dengan jarimu. Rasakan lebih jauh dari sekada 'halus' atau 'kasar'. Apakah permukaan benda ini mengingatkanmu pada sesuatu yang lain? Ambil sesuatu yang lain itu & buat perbandingan, benarkan memang ke-2 benda ini memiliki persamaan? Lalu apa perbedaannya? Apakah kamu memiliki pengalaman lain yang berhubungan? Sentuhlah setiap permukaan dengan hati-hati dan terus catat segala pengamatanmu. Bisa juga menggesekkan benda tersebut ke permukaan kulit yang berbeda-beda. Seperti apa rasanya jika ditempelkan ke pipi? Atau ke lehermu? Apakah pengalamanmu terhadap benda tersebut mengalami perubahan?
*) Hirup aromanya. Perlahan. Tarik nafas, & hembuskan beberapa kali. Hirup aroma ruangan ini. Bayangkan ketika tadi kamu masuk pertama kali ke dalamnya, aroma apa yang muncul? Perasaan apa yang timbul yang dibawa oleh aroma ini? Apakah mengingatkanmu pada pengalaman tertentu? Catat semuanya. Jika memang tak ada aroma apapun, tinggalkanlah dan amati hal lainnya.
*) Dengarkan benda itu. Misalnya kamu bisa mengetuknya, atau meremasnya, atau seperti apa bunyinya jika benda itu jatuh ke lantai? Jika itu alat musik, dengarkan, gambarkan dengan membandingkannya dengan bunyi lain. Tutup matamu, & pikirkan sejenak. Bayangkan kamu sedang mendengarkan musik itu, efek apa yang ditimbulkannya kepada tubuhmu?
*) Rasakan benda itu. Untuk sesuatu yang tidak bisa atau berbahaya dimakan, jangan ya. Tapi bagi sesuatu yang bisa dimakan, coba rasakan dengan ujung lidahmu, kecap, lalu telan. Apakah terbayang rasa hal lain yang mirip? Apakah rasanya pekat dan berbekas panjang, atau dengan segera hilang begitu saja?
Apakah kamu sudah mendapat gambaran, bagaimana memperlakukan hal-hal di sekitarmu dengan pendekatan observasi yang teliti seperti ini?
2) Deskripsi : Pembacamu tidak tahu apa yang kau saksikan, dengar dan rasakan. Jadi kau yang bertugas membawa mereka kepada pengalaman itu, seolah-olah mereka juga berada di sana bersamamu. Hindari mendikte pembaca dengan menggunakan kata sifat, seperti 'indah', 'tua', 'sedih'. Alih-alih, cobalah untuk menggambarkan, seperti apakah yang 'indah' itu? Gambarkan ciri-ciri yang membawa kita pada kesan 'tua'. Bagaimana orang yang tampak 'sedih' itu?
Semakin detail dan kaya penggambaranmu, akan semakin tepat tulisanmu menggambarkan pengalaman manusia yang bisa membuat pembaca terhubung dan terlibat dengan pengalaman tersebut. Ajak pembaca untuk sungguh-sungguh ikut merasakan apapun yang kamu alami. Jangan hanya mengajak mereka untuk ikut melihat apa yang kamu lihat saja, tapi juga apa yang kamu dengar dan kamu sentuh atau kecap.
Deskripsi terbaik adalah penggambaran yang orisinal, mudah dimengerti & membekas di dalam ingatan. Keterampilan deskripsi adalah sesuatu yang akan terus menerus diasah oleh seorang penulis.
Jadilah spesifik dalam penggambaranmu, tawarkan informasi yang konkret. Akrabi detik demi detik dengan detil dan tuturkan detil tersebut dan bagaimana itu mempengaruhi inderamu. Salah 1 cara sederhana yang bisa dilakukan adalah bayangkan segala adegan atau bagian yang ingin kamu tuliskan sebelum menuliskannya. Pejamkan matamu dan lihat gambaran itu kembali, lalu coba tuliskan dan gambarkan dengan menggunakan sudut pandang khas mu sebagai seorang penutur cerita.
Setiap kali memilih suatu kata, pikirkan kembali, apakah kata-kata itu menyuguhkan suatu gambaran, atau menempatkan kita di dalam suatu momen? Apakah kata-kata itu membuat pembaca turut terlibat aktif di dalam aliran kisah, atau hanya menjadikan pembaca sebagai penonton?
Kamu bisa menggunakan metafora dan analogi dalam melakukan deskripsi. Untuk melakukannya, kamu bisa menemukan pola dari sesuatu yang ingin kamu gambarkan dengan sesuatu yang lain, yang mungkin lebih dikenal oleh pembaca. Atau kamu bisa menggambarkan sesuatu yang sudah umum diketahui pembaca, namun memiliki cara yang khas sehingga pembaca menemukan sudut pandang baru untuk melihat sesuatu tersebut.
Tips menulis perjalanan:
*) Tidak perlu memulai cerita secara kronologis (misalnya mulai dari perjalanan ke bandara dan seterusnya). Mulai dari hal yang paling menarik, bukan yang pertama kali terjadi.
*) Menulis dengan sudut pandang orang pertama tapi bukan berpusat semata pada dirimu sendiri. Penuhi dengan fakta, deskripsi dan pengamatan.
Banyak penulis memulai dari anekdot, atau kutipan pendek, namun kuat untuk memberikan perasaan atau mood bagi cerita mu. Sesuatu yang bisa mencuri perhatian pembaca. Paragraf-paragraf awal mu haruslah sudah menggambarkan dimana kamu berada, apa yang kamu lakukan saat itu dan kenapa.
Kutip orang-orang yang kamu temui dapat membuat tulisanmu menjadi lebih hidup. Berikan warna lokal pada tulisanmu, gambarkan orang-orang yang kamu temui dengan akurat, identifikasi diri mereka.
Hindari menjelaskan hal-hal dengan cara yang terlanjur klise, seperti 'matahari bersinar cerah', 'bintang berkerlip terang'. Cobalah menjelaskan sesuatu dengan cara yang berbeda tanpa menjauhkan dari pengertiannya.
Periksa dan periksa kembali fakta-fakta dari sumber terpercaya.
Menulis dengan hemat kata. Sebagai penulis, kata adalah pelurumu. Sedapatnya, jangan sia-siakan.
Hal-hal yang memengaruhimu secara pribadi, tidak selalu jadi menarik untuk pembaca. Jadi hindari menceritakan tentang kejadian seperti kamu ketinggalan kereta, atau tiba-tiba terserang diare, atau pergi dalam keadaan galau karena baru bertengkar dengan seseorang. Pikirkan kepentingan pembaca dan apa yang akan menarik untuk mereka alami.
Mari kita berlatih, berlatih dan berlatih lagi.
Menurut mba Feby, what makes it "awesome", yaitu:
*) Angle yang jelas;
*) Fakta yang akurat (5W + 1H);
*) Detail, detail, detail;
*) Memberikan rasa personal, tapi pusatnya tidak berada di dirimu (mengasah empati); dan
*) Menulis, menulis ulang (write, re-write).
Setelah dijelasin panjang lebar sama mba Feby, kita disuruh coba untuk menggambarkan beberapa hal yang temanya dari mba Feby.
1) Gambarkan mengenai ruang pertemuan CONCLAVE. Yang lain panjang lebar, saya cuman: sederhana, ekspos (dinding batu bata, lantai dan plafon yang hanya tertutup semen), natural.
2) Gambarkan orang yang ada di kanan atau kiri mu. Saya tulis: Seorang perempuan, wanita. Seorang jurnalis, senang berbagi cerita. Rambutnya panjang, hitam, memakai kacamata. Dia seorang teman dalam segala situasi, senang ataupun sedih. Teman yang mau mendengarkan cerita.
3) Buah Pir. Nah lho! Kan ada 3 macem. Jadi saya tulis gini aja: Bentuknya ada yang seperti lonceng dan bulat. Bukan bulat seperti bola. Bentuk bulat yang nyaris sempurna. Ada yang berwarna hijau, kuning dan cokelat.
4) Rasa gatal di punggung dan warna baju yang dipakai. Wah, rasa gatal di punggung gimana menggambarkan dengan kata-kata ya? Tapi ada aja tuh peserta yang berhasil. Kalau yang warna baju, saya tulis: Gelap. Jika kotor tidak terlalu terlihat. Netral. Malam. Hitam. Warna gelap, seperti malam hari tanpa ada setitik cahaya yang menyinari ruangan.
Yah, namanya juga bukan penulis, ya harap maklum aja kalo gak bisa v(^_^)v


Komentar
Posting Komentar